10 tips online fundraising saat ramadhan

10 Tips Sukses Online Fundraising di Bulan Ramadhan!

Ramadhan, ‘bulan donasi’ ?

Ramadhan adalah salah satu momen penggalangan dana terbesar khususnya bagi muslim baik berupa zakat, sedekah dan juga wakaf.

Bagi Anda yang saat ini bekerja di Lembaga Zakat, Anda pasti paham benar momen ini adalah waktu Anda bekerja lebih keras dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Beberapa Yayasan atau Lembaga Amil Zakat yang saya temui mengatakan peningkatan Donasi (termasuk zakat) yang mereka terima saat bulan Ramadhan minimal mencapai 300%, bahkan ada juga yang mencapai 800% hanya dalam bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Pada bulan Mei tahun 2016 lalu, kami melakukan survey kecil kepada 50 orang pembayar zakat.

Salah satu hasil yang bisa bisa disimpulkan, paling tidak ada 2 alasan mengapa donasi yang terjadi di bulan Ramadhan begitu besar.

  1. Zakat Tahunan, banyak muslim yang secara sengaja menyalurkan Zakatnya di Bulan Ramadhan agar lebih banyak pahala yang diterima
  2. Menganggap Ramadhan waktu yang ‘tepat’ untuk berbagi atau memperbanyak donasi/sedekah dengan berharap sedekahnya dibalas berlipat ganda.

Di kitabisa.com sendiri, Ramadhan menyumbang hampir 15% dari total GDV (Gross Donation Volume) dalam 1 tahun. Jumlah yang cukup besar bagi kitabisa sebagai ‘platform baru’ untuk donasi.

Untuk memastikan, saya coba menggunakan Google Trends untuk melihat peningkatan jumlah pencarian di Google dengan kata kunci zakat selama tahun 2016.

Hasilnya memang menunjukkan peningkatan pencarian di Google dengan kata kunci zakat di Indonesia meningkat pesat saat Ramadhan (Juni-Juli 2016).

 

Peningkatan pencarian di Google dengan kata kunci zakat meningkat pada Bulan Ramadhan

Peningkatan pencarian di Google dengan kata kunci zakat meningkat pada Bulan Ramadhan

Tidak hanya donasi, peningkatan drastis juga terjadi di jual-beli

Saya tidak punya cukup data mengenai berapa biaya iklan para Yayasan atau Lembaga Zakat saat Ramadhan, tapi untuk industri umum lain data yang saya dapatkan dari internet begitu menarik.

Lebih spesifik untuk 3 bidang industri yang ‘paling kita butuhkan’ di Ramadahan. Yang pertama makanan/Food untuk berbuka dan sahur, Tiket & Perjalanan/Travelling untuk mudik dan jalan-jalan, serta biaya telpon/paket data untuk berkomunkasi dengan keluarga

Khusus di Bulan Ramadhan tahun lalu, Nielsen menyebutkan biaya iklan Sirup Marjan mencapai 366M, Traveloka 334M, sedangkan IndonsatOredeo 326M. Bahkan MIX menyebutkan, selama bulan Ramadan berlangsung atau selama Juni 2016, belanja kotor iklan di 13 TV nasional menembus Rp 9,9 triliun

Mungkin saat ini Anda jadi mengerti mengapa kegiatan jual-beli meningkat drastis saat Ramadahan, ya memang karena iklannya banyak. 🙂

Salah satu iklan Traveloka saat Ramadhan 2016

Salah satu iklan Traveloka saat Ramadhan 2016

*referensi
http://www.nielsen.com/id/en/press-room/2016/PERTUMBUHAN-BELANJA-IKLAN-MENUNJUKKAN-ARAH-POSITIF.html
http://mix.co.id/news-trend/belanja-iklan-tiga-merek-ini-tercatat-paling-boros-di-sepanjang-ramadhan
http://marketeers.com/ini-merek-yang-royal-beriklan-selama-ramadhan/

 

Saya sengaja membahas secara spesifik biaya iklan saat Ramadhan karena akan sangat terkait dengan salah satu tips galang dana online dibawah ini.

Mari mulai membahas tips online fundraising di Ramadahan

Catatan: Tips dibawah ini fokus pada startegi penggalangan dana secara online. Namun beberapa diantaranya mungkin bisa juga Anda sesuaikan di strategi galang dana offline pada Yayasan/Lembaga Zakat Anda.

Berikut 15 tips online fundraising yang bisa Anda terapkan saat Ramadhan.

 

#1 Mulailah dari sekarang

Mulailah ‘mempromosikan’ Brand dan mengenalkan program-program Ramadhan di Yayasan minimal 1 bulan sebelum Ramadhan.

Alasannya sederhana: Audience Anda butuh waktu ‘mengenal’ Yayasan dan Program Anda.

Karenanya Anda harus beriklan atau membuat konten untuk mendapatkan awareness dari audience Anda hingga akhirnya mereka percaya berdonasi ke Yayasan Anda dibandingkan ke organisasi lain.

Facebook Indonesia dalam reportnya, merekomendasikan kita untuk membagi waktu promosi Ramadhan menjadi 3 bagian. Pre-Ramadhan, Ramadhan, dan Post Ramadhan.

Dari gambar ini sudah jelas menerangkan bahwa membangun awareness untuk persiapan Ramadhan memang paling tidak dimulai 1 bulan sejak Ramadhan.

 

Pembagian Waktu Promosi di Ramadhan Berdasarkan Laporan Facebook

Pembagian Waktu Promosi di Ramadhan Berdasarkan Laporan Facebook

 

Sedangkan di televisi, pasti Anda tidak asing lagi ketika melihat Marjan atau iklan-iklan sirup lain sudah mulai beriklan sebulan sebelum Ramadhan. Tujuannya untuk mendapatkan awareness sedini mungkin hingga akhirnya menjadi ‘top of mind’ sirup Ramadhan.

 

iklan marjan selalu dimulai minimal 1 bulan sebelum Ramadhan

iklan marjan selalu dimulai minimal 1 bulan sebelum Ramadhan

 

 

#2 Fokus pada Facebook dan Instagram.

“Mas Fahri, jadi kami lebih baik promosinya di sosial media mana ya?”

Ini adalah  salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima dari teman-teman NGO atau Yayasan. Dan jawaban saya selalu sama. Facebook dan Instagram.

Mari kita lihat data penggunaan Sosial Media saat Ramadhan menurut report Facebook Ramadhan 2016.

Masyarakat tetap memegang HP nya untuk membuka social media saat menonton TV

Masyarakat tetap memegang HP nya untuk membuka social media saat menonton TV

Dari gambar diatas, dapat dilihat saat Ramadhan, 2 dari 3 orang yang menonton TV juga melihat layar HP nya dan menggunakan sosial media.

Jadi saat masyarakat menyaksikan TV untuk menunggu buka puasa, atau menonton acara sahur, 2 dari 3 orang itu juga ‘main facebook’ saat nonton TV. Tentunya alasan ini sudah sangat cukup bagi Anda untuk fokus membangun aset di Facebook dan Instagram dibandingkan sosial media lain.

Selain data diatas, paling tida ada 2 jawaban lain mengapa Anda harus fokus ke Facebook dan Instagram.

Pertama karena jumlah penggunanya sangat besar di Indonesia, dan kedua karena tingkat engagement yang dibangun bisa sangat besar.

1. Jumlah pengguna aktif Facebook dan Instagram sangat besar di Indonesia

Mari lihat data dibawah ini:

100% pengguna sosial media di Indonesia pasti menggunakan Facebook

100% pengguna sosial media
di Indonesia pasti menggunakan
Facebook

Dari data diatas (sumber data hootsuite), dapat dilihat bahwa 100% pengguna sosial media di Indonesia pasti menggunakan Facebook.

Maka dengan sumber daya dan waktu yang terbatas, fokuslah pada channel sosial media dimana calon donatur Anda berada.

Sebagai informasi, di kitabisa.com sendiri, kami mendapatkan traffic atau kunjungan ke website hampir 70% dari Facebook.

Sedangkan Instgram, Selain karena penetrasi penggunaannya juga semakin tinggi di Indonesia*, berikut beberapa alasan mengapa Instagram juga harus Anda optimasi.

  • Instagram merupakan salah satu channel iklan Facebook.
    Buatlah iklan di Facebook, lalu ceklist pilihan Instagram pada pengaturan ‘adset’. Maka Facebook Anda akan otomatis muncul di Instagram (Anda tidak perlu membuat iklan khusus di Instagram)
  • Terdapat pengaturan integrasi konten Facebook & Instagram. Jadi Anda cukup mempublish konten di Instagram dan otomatis kontennya akan terpublish juga di Fanspage Anda
  • Saat Ramadhan, jumlah pengguna aktif Instagram juga meningkat cukup tinggi karena banyak orang yang menggunakannya untuk berbagi aktivitas Ramadhan mereka

*referensi: https://www.slideshare.net/wearesocialsg/digital-in-2017-global-overview

Jadi jika sumberdaya Yayasan atau NGO Anda terbatas, maka fokuslah pada 2 sosial media ini. Kecuali Anda memang punya staff khusus yang mengelola social media atau channel lain seperti line, pinterest, youtube, dll.

2. Potensi engagement yang dibangun bisa sangat besar.

Jika Anda bandingkan Facebook dengan sosial media lain, Facebook berpotensi membuat konten yang Anda buat menjadi sangat viral.

Didukung oleh jumlah penggunanya yang tinggi dan sifat pertemanan antar pengguna, maka jika Yayasan atau NGO Anda berhasil membuat cerita / story yang baik, cerita Anda berpotensi menyebar luas di masyarakat.

Contohnya:

darimana Anda tahu kasus bom senjata kimia terbaru di Suriah 2017 ini? dan siapa NGO yang saat ini menggalang dana untuk bantuan disana?

Saya tidak punya data yang signifikan, tapi mungkin 80% diantara kita atau teman-teman kita melihatnya dari Facebook.

Maka fokuslah membuat story-story tentang  program Yayasan dan kisah sukses kegiatan Yayasan atau NGO Anda di masyarakat  karena potensi menyebarnya sangat besar dan bermanfaat untuk membangun awaress masyarakat terhadap NGO Anda.

 

#3 Tingkatkan engagement dengan konten yang bermanfaat

Apa yang dimaksud engagement?

Enagegement yang dimaksud adalah interaksi Antara audience Anda dengan konten yang Anda publish di sosial media. Di Facebook misalnya, engagement berarti aktivitas like, share, serta komentar pada konten Anda.

Mengapa Penting?

Minimnya engagement pada konten Anda berarti konten yang Anda buat tidak menarik bagi audience Anda, atau mereka merasa tidak mendapatkan manfaat dari apa yang Anda publish. Ini bisa jadi evaluasi sederhana untuk kemudian Anda membuat konten yang lebih baik.

Khusus untuk Facebook, minimnya engagement dari audience menjadi sangat signifikan dampaknya. Karena Facebook memilik algoritme khusus bagi setiap penggunananya agar halaman Facebooknya hanya menampilkan yang penggunanya suka.

Jadi jika konten Anda tidak disukai oleh users, maka kedepannya apapun konten yang Anda publish tidak akan muncul ke users tersebut meskipun dia sudah me-like Fanspage Anda.

Apa tema konten yang bagus untuk persiapan Ramadhan?

Berdasarkan laporan Facebook Indonesia mengenai konten yang paling ramai dibicarakan sebelum Ramadhan, Khusus untuk Ramadhan ini, buatlah konten-konten yang relevan dengan calon donatur Anda.

Berikut beberapa ide konten terkait persiapan menjelang Ramadhan dan juga saat Ramadhan dari insight Ramadhan 2016 lalu.

Percakapan yang terjadi di sosial media sebelum Ramadhan

Percakapan yang terjadi di sosial media sebelum Ramadhan

 

Percakapan yang terjadi di sosial media saat Ramadhan

Percakapan yang terjadi di sosial media saat Ramadhan

 

Tema konten ayng paling sering muncul di Facebook saat Ramadhan

Tema konten ayng paling sering muncul di Facebook saat Ramadhan

Dari keywork-keyword tema diatas, Anda dapat membuat konten seperti:

  1. Reminder H-x hari Ramadhan akan segera tiba
  2. Konten berisi pahala-pahala puasa Ramadhan
  3. Konten tata cara ibadah-ibadah khusus saat Ramadhan
  4. Konten pengingat amalan-amalan yang harus dilakukan sebelum Ramadhan (untuk perempuan misalnya membayar ‘hutang puasa’)
  5. Kalender Ramadhan
  6. Konten berisi pahala sedekah di Ramadhan
  7. Kebahagiaan sahur dan berbuka puasa bersama keluarga
  8. Konten dengan tema menu masakkan untuk sahur dan berbuka
  9. Tips perjalanan mudik
  10. Mengatur keuangan saat Ramadhan
  11. Tips belanja persiapan Iedul Fitri, dll

Tentunya konten utama Anda saat Ramadhan harus fokus pada ajakan donasi/zakat di lembaga Anda. Sedangkan tema konten diatas lebih fokus digunakan untuk membangun awareness & enagegement.

 

#4 Maksimalkan waktu-waktu khusus Ramadhan

Setelah Anda mengetahui konten dan tema yang perlu Anda publish saat Ramadhan, pertanyaan selanjutnya adalah kapan waktu yang baik untuk mempublishnya di sosila media Anda?

Jawabannya bisa dilihat dari Gambar dibawah ini:

waktu khusus penggunaan sosial media saat Ramadhan

waktu khusus penggunaan sosial media saat Ramadhan

Gambar diatas cukup jelas memberikan informasi kapan sebaiknya kita mempublish konten di sosial media kita.

Jam 3 sampai  jam 5 pagi adalah waktu sahur. Sedangkan jam 10 sore waktu istirahat setelah sholat tarawih. Anda juga bisa menambahkwan waktu-waktu menunggu berbuka seperti jam 17.00 sampai jam 19.00.

 

Lipat gandakan usaha Anda di 1 minggu terakhir Ramadhan.

Dalam bulan Ramadhan sendiri, bisanya memang peningkatan donasi dan zakat meningkat sangat signifikan di 10 hari bulan Ramdahan.

Anda bisa datang ke Mall-mall besar misalnya, pada 10 hari terakhir inilah biasanya semua lembaga zakat membuka gerainya di sana.

Pastikan Anda menghemat budget promosi Anda untuk waktu 10 hari terkahir ramadhan ini.

 

************

3 Artikel yang paling penting Anda baca di website ini:

#1 Mengapa Campaign Anda gagal? ini 3 Rahasia Orang Donasi di Kitabisa.com

#2 Campaign “Network Effect” Anda Pasti Terdanai Dengan 3 Tools Campaign ini.

#3 Validated: Panduan Lengkap Membuat Story Campaign yang Menggerakan Orang Berdonasi.

*************

#5 Personalisasikan ‘story’ Anda

Selain membuat konten pendukung dengan tema-tema yang sudah dibahas di point sebelumnya, khusus konten yang berhubungan dengan galang dana buatlah cerita dengan sudut pandang personal.

Anda bisa mulai menceritakan keluarga-keluarga yang menerima bantuan zakat Ramadhan tahun lalu dari Yayasan Anda, menuliskan nama-nama anak yang mendapatkan beasiswa dari sedekah Ramadhan lalu, menceritakan kisah para dhuafa yang sudah mandiri setelah menerima bantuan sedekah Ramahdan, dll

Usahakan semaksimal mngkin semuanya Anda buat dengan sudut pandang lebih personal.

Berikut tipsnya:

– Buatlah 1 inti cerita program Anda.

Walaupun di program Anda kegiatan yang dilakukan cukup banyak, fokuslah ke 1 inti penggalangan dana

– Carilah 1 tokoh utama dalam cerita Anda.

Meskipun program Anda ditujukan untuk banyak orang, cari 1 tokoh yang bisa diceritakan. Tokoh ini bisa berasal dari penerima manfaat program atau juga salah satu tim pelaksana program yang bisa menginspirasi calon donatur

– Ceritakan kondisi penerima manfaat.

Carilah 1 cerita yang sangat mendalam mengapa ia sangat penting untuk dibantu.

– Ceritakan semua penerima manfaat program Anda di akhir cerita.

Meskipun diawal Anda menceritakan 1 orang tokoh utama, sebutkan bahwa sebenarnya program ini dilaksanakan untuk menolong xxx jumlah orang lainya.

– Tutup dengan kalimat motivasi yang kuat.

Gunakan kalimat penutup yang diprediksi akan sangat memotivasi calon donatur sehingga mau berdonasi

– Berikan CTA (call to action) yang jelas dan tepat

Apa ajakan spesifik Anda setelah untuk audience setelah membaca konten, share saja? atau donasi? atau tag teman?.

Jangan pernah gunakan lebih dari 1 CTA di konten Anda agar audience Anda tidak bingung.

 

Salah satu konten personal yang dibuat di kitabisa.com, cerita tentang Kakek Khairudin

Salah satu konten personal yang dibuat di kitabisa.com, cerita tentang Kakek Khairudin

Sebenarnya butuh 1 tulisan sendiri untuk menjelaskan detail mengenai cara membuat konten yang tepat, tapi saya akan coba berikan contoh agar mudah dimengerti.

Contoh program: Beasiswa Anaka Yatim.

Kesalahan yang sering dilakukan dalam menceritakan program fundraising biasanya langsung menjelaskan panjang lebar tentang programnya. Padahal calon donatur tidak akan membaca konten tersebut, calon donatur hanya akan peduli dan membaca point-point penting konten Anda.

Jika kita coba implementasikan tips diatas. ini yang perlu dilakukan.

– Buatlah 1 inti cerita program Anda.

Beasiswa -> bisa bantuan pendidikan, kesehatan anak yatim, biaya sembako orang tua yatim, biaya hidup yatim, dll.

Maka jangan tulis ini semua!

Carilah 1 manfaat yang dengan cerita paling kuat, meskipun diakhirnya memang program Anda berisi semua kegiatan diatas. Contoh kita akan ambil ambilah tema sembako yatim.

– Carilah 1 tokoh utama dalam cerita Anda.

Carilah 1 nama yang bisa Anda ceritakan dengan detail, misalnya salah satu penerima manfaat program Anda nanti bertama Abdullah.

– Ceritakan kondisi penerima manfaat.

Cari info lengkap tentang Abdullah, siapa ibunya, bagaimana pekerjaanya orang tuanya, berapa gajinya, berapa biaya makannya, berapa jumlah keluarganya, dll

– Ceritakan semua penerima manfaat program Anda di akhir cerita.

Sampaikan bahwa program ini akan menolong Abdullah dan 500 anak yatim lainnya.

– Tutup dengan kalimat motivasi yang kuat.

Pilihlah kalimat yang tepat dan relevan. Anda bisa gunakan Hadist atau ayat alquran yang berisi ajakan dan pahala-pahala sedekah yang besar. Namun pastikan ayat tersebut releavan dengan kisah Anda. Jangan tuliskan pahala membangun masjid di program beasiswa untuk yatim.

– Berikan CTA (call to action) yang jelas dan tepat

Ini marupakan bagian akhir paling penting dalam sebuah konten. Bayangkan donatur sudah membaca lengkap cerita Abdullah, sudah tergerak dengan storynya, tapi dibagian akhir Anda tidak mencantumkan no rek atau link untuk donasi?

Kemungkinan besar audience Anda akan menutup kontennya dan tidak jadi berdonasi.

Maka gunakanlah ajakan yang spesifik, Apa Anda meminta audience untuk donasi, atau mungkin Anda meminta mereka share konten yang Anda buat?

Sekalia lagi, berpikirlah seperti calon donatur. Apa yang Anda lakukan setelah membaca konten tersebut?

 

 

#6 Validasi story Anda

Hal yang sangat penting namun seringkali dilupakan ketika selesai membuat konten adalah memvalidasi konten yang dibuat ke calon donatur.

Ingat, konten Anda tidak dibuat untuk Anda sendiri, tapi untuk calon donatur!

Berasumsi bahwa audience akan membaca lengkap semua cerita Anda adalah kesalahan besar.

Biasanya salah satu prosedur yang biasa saya lakukan sendiri setelah membuat konten adalah memberikannya ke orang lain untuk dibaca agar kita mendapatkan feedback dari tulisan kita.

Saat memvalidasi story Anda, beberapa hal ini sangat penting dilakukan.

– Validasi cerita Anda ke calon donatur, atau orang dengan profil yang mirip dengan calon donatur Anda.

Misalnya konten Anda berisi penggalangan dana tentang anak-anak, dan Anda menargetkan Ibu-ibu sebagai doanturnya.

Maka carilah ibu-ibu untuk lebih dulu membaca konten Anda sebelum dipublish. Mintalah pendapatnya tentang konten yang Anda buat.

– Jangan bias, cari minimal 3 sampai 5 orang untuk memvalidasi konten Anda.

Kadang seringkali orang yang kita minta untuk memberikan feedback merasa tidak enak atau tidak lengkap memberikan masukkan dari konten yang kita buat. Jadi untuk menghindari feedback yang bias, validasilah konten Anda ke 3 sampai 5 orang.

– Tanya pembaca cerita Anda, apa dia mengerti inti konten Anda?

Jika dia membaca konten Anda, lalu tidak bisa menjawab pertanyaan diatas dalam waktu 5 detik, kemungkinan besar konten kita masih membingungkan.

Ingatlah di sosial media konten kita akan bersaing dengan ribuan konten lain, maka buatlah pembaca Anda mengerti isi konten Anda dengan cepat

– Terakhir, tanyalah apakah dia mau donasi?

Jika jawabanya Ya, tanyakan pada bagian cerita mana dia akhirnya tergerak untuk donasi. Ini sangat penting karena disanalah inti keseluruhan konten yang Anda buat.

Jika jawabannya tidak, maka coba tanyakan alasanaya. Buat lagi tulisan dengan feedback dari pembaca, lalu tanyakan lagi setelah Anda revisi. Ulangi proses ini sampai ia akhirnya mau donasi.

Tentunya pembaca cerita Anda tidak perlu benar-benar donasi ke program yang Anda buat, tujuannya adalah memastikan bahwa cerita Anda sudah cukup jelas dan siap untuk di publish.

#7 Buatlah Konten Video

Penggunaan konten video meningkat sangat pesat terjadi di sosial media khususnya Facebook.

Untuk membuktikannya, setelah membaca tulisan ini silahkan buka Facebook Anda. Lalu scrolling lah terus kebawah.  Hitung berapa jumlah video yang muncul selain status teman-teman Anda di Facebook?

Jawabannya pasti lebih sangat banyak!

Ya, saat ini memang salah satu perubahan algortime pada Facebook mendorong usersnya untuk lebih banyak menonton video di Facebook selain berinteraksi dengan status teman kita.

Jadi mulailah membuat konten-konten video untuk membangun engagement dengan calon donatur.

Khusus untuk video, paling tidak ada 2 tips yang sangat penting agar video Anda lebih menarik bagi Audience

– Gunakanlah image thumbnail yang menarik perhatian

Pastikan Anda mengganti thumbnail atau image cover video yang Anda unggah di Facebook.

Gunakanlah warna-warna terang dan image yang berbeda sehingga dalam 1-2 detik audience Anda memberhentikan tangannya saat scrolling lalu di konten video Anda, lalu melihat videonya.

Cara menggantinya sangat mudah, setelah Anda berhasil mengupload video Anda, cari button custom dengan logo kamera. Klik dan upload image Anda.

Gunakan ukuran yang tepat agar tampilannya sesuai. Saya rekomendasikan gunakan ukuran 1,280 x 720 pixels agar sesuai dengan semua device.

Cara mengganti cover image video di Facebook

Cara mengganti cover image video di Facebook

– Gunakanlah caption yang menarik perhatian Audience

Berpikirlah seperti calon audience dan juga donatur Anda. Apa yang akan membuat mereka berhenti dan akhirnya menonton video Anda.

Gunakan caption singkat pada video agar audience penasaran untuk menonton video Anda.

Contoh konten video dengan caption yang membuat audience pensaran

Contoh konten video dengan caption yang membuat audience pensaran

#8 Beriklanlah dengan Facebook Ads

Untuk membantu menyebarkan konten Anda, beriklan di Facebook saat ini sudah menjadi sebuah kewajiban bagi para fundraiser agar kontenya dapat dilihat ke lebih banyak calon donatur.

Bagi Anda yang belum pernah mencoba beriklan di Facebook, saya sangat menyarankan mulailah belajar Facebook Advertising karena akan sangat percuma jika kita memiliki program atau konten yang bagus, tapi tidak sampai ke calon donatur.

Apakah penggunaan Fanspage secara organik masih kurang?

Ya, sangat kurang. Agar konten Anda dapat sampai ke Fans Anda di Facebook. Paling tidak ada 3 syaratnya. Pertama dia harus sudah ‘like’ Fanspage Anda, kedua ada teman di Facebooknya yang share konten tersebut, dan yang ketidak Anda beriklan (membayar Facebook untuk menampilkan konten ke audience yang Anda tentukan)

Jadi memang beriklan sangat wajib bagi Anda sebagai seorang fundraiser.

Saya tidak akan menjelaskan cara beriklan kepada Anda di tulisan ini karena akan sangat panjang.

Anda bisa membuka Facebook Anda, lalu carilah konten dengan tulisan ‘sponsored’ kecil diatasnya. Itulah iklan Facebook.

contoh iklan facebook

contoh iklan facebook


Pertanyaanya bagaimana iklan ini sampai ke calon donatur Anda?

Ketika beriklan di Facebook, kita bisa menargetkan iklan kita ke orang yang kita inginkan sesuai dengan filter audience yang facebook sediakan seperti,

  • pekerjaan
  • umur
  • pendidikan
  • lokasi
  • hobby
  • jumlah anak
  • status pernikahan
  • gender
  • fanspage yang disukai
  • aktivitas digital
  • jenis handphone dll.

Berikut ilustrasi penentuan Audience Facebook yang bisa Anda pilih saat beriklan

Filter audience yang disediakan Facebook yang bisa kita pilih saat beriklan

Filter audience yang disediakan Facebook yang bisa kita pilih saat beriklan

 

Bayangkan jika Anda sudah memiliki konten yang baik, sudah divalidasi oleh 5 orang calon donatur dan mereka sudah mau donasi, lalu iklankan konten tersebut ke 100.000 orang. Jika konversi iklan Anda hanya 5% saja paling tidak sudah ada 5000 orang yang akan donasi!

#9 ‘Spend more, to get more’

Iklan di Facebook dan Instagram sebenarnya relatif paling murah dibandingkan channel lain. Apalagi jika Anda bandingkan dengan biaya cetak spanduk atau beriklan di TV.

Biasanya untuk iklan dengan audience Indonesia, Anda bisa menjangkau 1000 orang hanya dengan budget $1-$2. Sangat murah!

Meskipun demikian banyak sekali para pemula yang menganggap biaya iklan mahal karena saat mereka sudah beriklan lebih dari $5-$10 misalnya, donasi tidak banyak diterima sehingga memutuskan untuk memberhentikan iklan yang dijalankan.

Untuk masalah budget ini, sebenarnya saya akan fokus pada cara berpikir Anda sebagai seorang advertiser.

Berikut logika advertiser yang wajib Anda pahami.

– Tidak semua iklan Anda dijamin konversi atau berhasil mendatangkan donasi.

Konversi donasi sangat tergantung pada Pembuatan cerita dan juga audience yang Anda pilih saat beriklan.

Jika Anda sudah spend jutaan rupiah untuk iklan, dan tidak banyak donasi yang masuk, periksalah hal-hal dibawah ini.

  • apakah Anda sudah memvalidasi konten Anda ke calon donatur,
  • apakah calon dontur mengerti dengan cepat isi konten Anda,
  • apakah Anda sudah menggunakan image yang menarik sehingga audience Anda berhenti dan membaca konten Anda,
  • apakah Anda sudah menggunakan CTA (Call to Action) atau ajakan yang jelas setelah ia membaca konten Anda
  • apakah Anda memilih audience yang tepat untuk iklan Anda
  • apakah budget yang Anda keluarkan sudah cukup menjangkau calon donatur Anda?

– Beriklanlah lebih sering, agar bisa lebih belajar dan membuat iklan lain yang lebih baik

Contoh, untuk menjangkau 100 orang di Facebook, Anda butuh biaya $1. Lalu target Anda misalnya mendapatkan 100 donatur saja.

Kita asumsikan rate konversi Anda 1%. Artinya dari 100% audience yang Anda jangkau, ada 1% nya yang akan berdonasi.

Jadi Anda butuh menjangkau sebanyak: 10.000 orang.

Maka paling tidak Anda membutuhkan: $100 untuk beriklan: asumsi $1 Anda bisa menjangkau 100 audience.

Hitung-hitungan diatas saya buat sangat simple dengan banyak asumsi:

  1. Anda sudah benar memilih audience
  2. rate conversi Anda 1%, sebenarnya angka ini sangat besar bagi pemula. Rata-rata conversi iklan di kitabisa biasanya 1-2%

Selanjutnya kesalahan banyak pengiklan pemula adalah berhenti sebelum berhasil membuat iklan galang dana berhasil.

Anda mungkin beruntung jika dalam $100 pertama Anda bisa mendapatkan 100 donatur, tapi apa yang Anda pelajari jika Anda berhasil beriklan karena faktor beruntung?

Atau Anda sudah menghabiskan $1.000 pertama Anda namun belum juga mendapatkan target donatur yang di buat, maka belajarlah dari iklan-iklan yang Anda buat tersebut.

  • Cobalah ganti cerita yang Anda baut
  • Test image yang Anda gunakan
  • Cari caption yang paling menarik untuk audience
  • Teslah audience calon doantur Anda mulai dari umurnya, kotanya, pekerjaanya dll.

Memang butuh waktu dan biaya dalam hal ini, tapi jika Anda sudah berhasil menemukan polanya. Potensi konversinya sangat besar.

Saya sendiri pernah berhasil membantu sebuah Yayasan mendapatkan  hampir  1M donasi hanya dalam 1 hari hanya dengan Facebook ads!

 

#10 Evaluasi cepat hasil kerja Anda.

Apa yang Anda lakukan saat setelah Anda mencetak spanduk untuk Program Yayasan Anda, Anda tahu orang-orang tidak paham denagn isi spanduknya?

Kemungkinannya hanya 2. Anda membiarkannya saja karena spanduk terlanjut di cetak atau Anda buat baru dengan isi konten yang sudah diperbaiki.

Proses memperbaikinya lebih lama, design ulang, cetak ulang, dan pasang kembali di lokasi yang Anda tetapkan.

Tapi dalam konteks online fundraising, Apa yang Anda lakukan jika Anda tahu konten yang Anda buat tidak membawa donasi?

Cukup dihapus dan tulis ulang bukan?

ini adalah salah satu keuntungan online fundraising dibandingkan offline fundraising. Anda bisa mengevaluasi konten Anda lebih cepat sehingga bisa membuat konten yang lebih baik atau lebih mendatangkan konversi.

Masalahnya adalah:

Banyak diantara para fundraiser yang berpikir bahwa setelah konten online fundraisingnya dibuat, maka tugasnya selesai!

Padalah proses online fundraising tidak sesederhana ini. Anda harus terus mengevaluasi konten Anda dan mengetahui respond dari audience atau calon doantur Anda sehingga berhasil membuat konten yang baik.

Untuk mengevalusi dan memahami dengan benar website Anda, saya sangat merekomendaiskan paling tidak Anda menggunakan Google Analytic.

Informasi yang Anda peroleh dari Google Analytic sangat banyak, diantaranya:

  1. Mengetahui Total Kunjungan ke website Anda
  2. Rata-rata waktu yang dihabiskan oleh pengunjung di Website
  3. Mengetahui halaman mana saja yang dikunjungi
  4. Asal negara pengunjung
  5. Jenis browser yang digunakan pengunjung dll
google analytic

google analytic

 

Demikian 10 Tips Sukses Online Fundraising Saat Ramadhan yang bisa Anda implementasikan, semoga bermanfaat!

Jika Ada pertanyaan, saran ataupun koreksi dari tulisan diatas. silahkan langsung saja tulis di komentar ya!

Semoga bermanfaat 🙂

Salam,
Fahri Amirullah
Online Fundraising Expert Kitabisa.com

 

free course facebook ads for nonprofit